Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi Asosiasi Digital untuk Perkuat Ekosistem Teknologi Indonesia
Pemerintah terus mendorong penguatan kolaborasi asosiasi digital Indonesia guna mempercepat perkembangan ekosistem teknologi nasional. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan infrastruktur digital, pengembangan talenta teknologi, serta pendampingan terhadap pelaku industri digital.
Teuku Riefky Harsya selaku Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, asosiasi digital, dan pelaku industri untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional (the new engine of growth).
Kolaborasi Strategis Perkuat Ekosistem Digital
Dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf di Jakarta, Menteri Ekraf mengapresiasi berbagai rencana kerja yang disampaikan oleh sejumlah asosiasi digital.
Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperkuat ekosistem berbasis teknologi melalui pengembangan talenta digital, peningkatan akses pasar, hingga penyediaan skema pendanaan bagi pelaku industri teknologi.
Menurut Menteri Ekraf, sinergi antara pemerintah dan pelaku industri digital menjadi langkah penting untuk mempercepat perkembangan ekosistem teknologi Indonesia.
“Penjajakan kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Dukungan Asosiasi Digital dan KADIN Indonesia
Audiensi tersebut dihadiri oleh beberapa asosiasi digital nasional yang berperan penting dalam pengembangan industri teknologi di Indonesia, antara lain:
- Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS)
- Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI)
- Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH)
- Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) melalui Badan Ekosistem Digital
Pertemuan ini menjadi forum diskusi strategis untuk menyelaraskan program pemerintah dengan berbagai inisiatif industri digital, khususnya dalam mendorong inovasi teknologi dan pengembangan talenta digital.
Program 8 ASTA EKRAF untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ekraf juga memaparkan program 8 ASTA EKRAF yang menjadi strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi di Indonesia.
Program tersebut meliputi:
- Ekraf Data
- Ekraf Bijak
- Talenta Ekraf
- Infra Ekraf
- Sinergi Ekraf
- Pasar Ekraf
- Dana Ekraf
- Ekraf Kaya
Melalui program ini, pemerintah membuka peluang kolaborasi dalam berbagai bidang seperti pengembangan talenta digital, penyusunan regulasi yang mendukung ekosistem teknologi, hingga penguatan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong produk dan karya kreatif berbasis teknologi agar berkembang dari tingkat lokal hingga mampu bersaing di pasar global.
Penguatan Keamanan Siber dan Talenta Digital
Ketua Umum APTIKNAS, Soegiharto Santoso yang akrab disapa Hoky menegaskan bahwa perkembangan digitalisasi juga membawa tantangan baru, terutama terkait keamanan siber.
Menurutnya, digitalisasi memang memberikan kemudahan dalam berbagai sektor, tetapi juga membuka potensi risiko seperti penipuan digital dan kejahatan siber.
Karena itu, penguatan keamanan siber dan kepercayaan digital menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang sehat di Indonesia.
Selain itu, perwakilan dari ADIGSI juga menyoroti pentingnya pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui literasi keamanan digital guna menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Sinergi Lintas Sektor untuk Transformasi Digital
Diskusi antara pemerintah dan asosiasi digital juga membahas potensi sinergi program lintas sektor yang dapat mendukung transformasi digital nasional.
Fokus utama kerja sama ini mencakup pengembangan talenta digital, peningkatan kapasitas industri teknologi keamanan siber, serta penguatan kolaborasi antara sektor pemerintah, industri, dan komunitas teknologi.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap ekosistem teknologi Indonesia semakin kuat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.




