DAMAC Digital Bangun Data Center JKT01 untuk Perkuat Ekosistem Digital Indonesia
Perusahaan infrastruktur digital global, DAMAC Digital, menunjukkan komitmennya dalam mendukung Indonesia menjadi kekuatan digital baru di Asia. Dukungan tersebut ditandai dengan proses topping off atau penutupan atap proyek pusat data JKT01 – Jakarta Central yang berlokasi di kawasan MT Haryono, Jakarta.
Proyek data center ini memiliki nilai investasi sebesar USD 150 juta atau sekitar Rp 2,3 triliun. Infrastruktur digital tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2026 dan diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Proyek Data Center Strategis di Jakarta
Pendiri DAMAC Digital, Hussain Sajwani, menyampaikan bahwa proses topping off yang dilakukan pada kuartal pertama 2026 menjadi tonggak penting dalam pembangunan pusat data ini.
Menurutnya, pencapaian tersebut menandai rampungnya struktur utama bangunan yang dibangun hanya dalam waktu enam bulan sejak proses groundbreaking pada Agustus 2025.
“Fase pertama dijadwalkan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026 dan menjadi bukti komitmen kami dalam memperkuat portofolio DAMAC Digital di Asia Tenggara,” ujar Hussain Sajwani dalam keterangannya kepada media di Jakarta.
Mendukung Indonesia Menjadi Kekuatan Digital Baru Asia
Pembangunan data center JKT01 – Jakarta Central menjadi bagian dari strategi jangka panjang DAMAC Digital dalam memperkuat ekosistem digital di Indonesia. Infrastruktur ini dirancang dengan teknologi modern yang dapat mendukung kebutuhan pusat data generasi terbaru.
Hussain Sajwani menegaskan bahwa proyek ini merupakan bukti dedikasi perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur digital yang scalable serta mendukung pertumbuhan industri teknologi di Indonesia.
Dengan hadirnya fasilitas ini, DAMAC Digital optimistis dapat membantu Indonesia memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan digital baru di Asia.
Fasilitas Data Center Berstandar Global
Bangunan JKT01 akan memiliki enam lantai yang berdiri di atas lahan seluas 3.600 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 15.080 meter persegi. Infrastruktur ini dirancang untuk mendistribusikan daya sebesar 19,2 MW.
Pusat data tersebut juga dilengkapi dengan sistem water cooling tower yang modern untuk meningkatkan efisiensi energi. Fasilitas ini mampu menampung hingga 1.350 rak server dengan kerapatan rata-rata 13–15 kW.
Selain itu, JKT01 akan memiliki tiga ruang data (data hall) dengan luas sekitar 760 meter persegi pada masing-masing ruangan. Seluruh fasilitas ini dirancang untuk memenuhi standar global green data center yang mendukung operasional berkelanjutan dan efisiensi energi.
Menjawab Kebutuhan Cloud dan Edge Computing
Kehadiran pusat data ini juga diproyeksikan mampu menjawab kebutuhan yang terus meningkat dari Cloud Service Provider (CSP) serta perkembangan teknologi edge computing di Indonesia.
Lokasi proyek di kawasan MT Haryono dipilih karena berada di dalam klaster pusat data yang paling terkoneksi di Jakarta, sehingga dinilai strategis untuk menjadi hub data regional.
Dengan dukungan infrastruktur digital yang semakin kuat, Indonesia diharapkan mampu mempercepat transformasi digital dan memperkuat posisinya dalam peta ekonomi digital Asia.




