Kepatuhan Platform Digital Jadi Kunci Keberhasilan PP Tunas
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan bahwa kepatuhan platform digital terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Tunas menjadi faktor utama dalam keberhasilan perlindungan anak di ruang digital.
Anggota KPAI, Kawiyan, menyatakan bahwa seluruh penyelenggara platform digital harus memiliki komitmen penuh dalam menjalankan kewajiban yang telah diatur dalam regulasi tersebut.
Kepatuhan Platform Digital Sangat Krusial
Menurut KPAI, keberhasilan implementasi PP Tunas sangat bergantung pada kepatuhan platform digital dalam menjalankan aturan yang berlaku.
PP Tunas merupakan regulasi yang dirancang untuk melindungi anak dari berbagai risiko di dunia digital. Oleh karena itu, setiap platform wajib mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan.
“Komitmen dan kepatuhan platform digital menjadi kunci utama agar PP Tunas dapat berjalan efektif,” ujar Kawiyan.
Kewajiban Platform Digital dalam PP Tunas
Dalam aturan PP Tunas, terdapat sejumlah kewajiban penting yang harus dipatuhi oleh platform digital, antara lain:
- Klasifikasi usia pengguna
- Klasifikasi risiko platform
- Pembatasan akses berdasarkan usia
- Perlindungan data pribadi anak
- Moderasi konten
- Transparansi algoritma
- Edukasi dan literasi digital bagi orang tua dan anak
- Penyediaan mekanisme pengaduan
- Audit kepatuhan secara berkala
Kewajiban ini bertujuan menciptakan ekosistem digital yang aman dan ramah anak.
Aturan Turunan dan Implementasi
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksana dari PP Tunas.
Regulasi ini mulai efektif berlaku sejak 28 Maret 2026 dan diterapkan secara bertahap.
Salah satu aturan utama adalah larangan bagi platform digital untuk mengizinkan anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial.
Selain itu, platform juga diwajibkan untuk memblokir atau menonaktifkan akun anak yang dianggap berisiko tinggi.
Platform yang Wajib Patuh di Tahap Awal
Pada tahap awal implementasi, terdapat delapan platform digital yang menjadi fokus penerapan kebijakan ini, yaitu:
- YouTube
- TikTok
- Threads
- X
- Bigo Live
- Roblox
Platform-platform tersebut diwajibkan untuk segera menyesuaikan kebijakan mereka agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Komitmen Bersama untuk Perlindungan Anak
KPAI menekankan bahwa keberhasilan PP Tunas tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada komitmen seluruh platform digital.
Dengan adanya kepatuhan yang tinggi, diharapkan anak-anak Indonesia dapat terlindungi dari berbagai ancaman di dunia digital, mulai dari konten berbahaya hingga penyalahgunaan data pribadi.
Kesimpulan
Kepatuhan platform digital merupakan faktor penentu keberhasilan PP Tunas. Tanpa komitmen dan pelaksanaan yang konsisten dari para penyelenggara platform, tujuan perlindungan anak di ruang digital akan sulit tercapai.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak.




