Giring Ajak Anak Muda Kembangkan Ekonomi Budaya Lewat Teknologi Digital
Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha Djumaryo mengajak generasi muda Indonesia untuk aktif memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana mengembangkan ekonomi budaya. Pesan ini ia sampaikan pada malam puncak kompetisi inovasi digital budaya “Budaya Go!” yang berlangsung di Jakarta Pusat.
Giring menegaskan bahwa anak muda memiliki peran penting dalam memadukan kekuatan budaya dengan teknologi modern. Hal ini dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperluas akses budaya ke masyarakat global.
“Tugas anak-anak muda adalah mengembangkan, memanfaatkan teknologi agar kebudayaan ini menjadi penghasilan, ada nilai ekonominya, ada bisnisnya,” ujarnya.
Budaya Go! Dorong Inovasi Digital dan Peluang Ekonomi Baru
Kompetisi Budaya Go! menjadi wadah kreatif yang mendorong lahirnya inovasi digital di bidang kebudayaan. Program ini mengajak generasi muda menghadirkan nilai-nilai budaya Indonesia melalui platform digital seperti:
gim (game development)
kecerdasan buatan (AI)
aplikasi digital
situs web
media audiovisual
Pendekatan ini membuat budaya menjadi lebih modern, interaktif, dan mudah diakses. Menurut Giring, kreativitas digital di sektor budaya bukan hanya meningkatkan pelestarian budaya, tetapi juga membuka potensi ekonomi yang cukup besar.
Teknologi Digital Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Sektor Budaya
Giring menjelaskan bahwa inovasi digital budaya dapat menciptakan dampak ekonomi yang luas. Ia mencontohkan bagaimana sebuah tim kecil pengembang platform budaya dapat berkembang menjadi perusahaan besar dan menyerap banyak tenaga kerja.
Dengan semakin berkembangnya industri kreatif, teknologi digital memungkinkan anak muda menciptakan:
lapangan kerja baru
peluang usaha kreatif
pasar budaya globalglobal
ekosistem ekonomi berbasis seni dan tradisi
AI untuk Mendukung, Bukan Menggantikan Budayawan
Dalam sambutannya, Giring menegaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) harus menjadi alat bantu, bukan pengganti peran manusia.
“AI tidak boleh menggantikan peran manusia dan budayawan, tapi AI harus terus membantu budayawan melestarikan dan memajukan kebudayaan,” ungkapnya.
Dengan pemanfaatan yang tepat, AI dapat membantu:
mendokumentasikan warisan budaya
menciptakan konten edukatif
menampilkan budaya dalam format yang lebih menarik
memperluas jangkauan budaya ke generasi muda
Indonesia Sebagai Trigger Country Dunia
Giring juga menyoroti besarnya pengaruh budaya Indonesia di platform digital global. Dalam Konferensi Musik Indonesia, Spotify dan YouTube menyebut Indonesia sebagai “trigger country dunia”.
Istilah tersebut merujuk pada kekuatan Indonesia sebagai pemicu tren global. Konten yang viral di Indonesia memiliki kemungkinan besar untuk ikut viral di negara lain.
“Apa pun yang viral, algoritmanya naik di Indonesia, akan mendorong konten tersebut menjadi luar biasa viral di dunia,” jelasnya.
Beberapa contoh pengaruh budaya Indonesia yang mendunia antara lain:
tradisi pacu jalur
lagu “Tabola Bale”
film-film horor Indonesia yang populer di Netflix dan pasar global
Fakta ini menunjukkan bahwa budaya Indonesia memiliki magnet kuat, terutama ketika dikemas melalui teknologi digital.
Teknologi Digital Sebagai Masa Depan Ekonomi Budaya
Ajakan Giring kepada generasi muda merupakan dorongan agar mereka terus berinovasi, beradaptasi, dan memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari ekosistem ekonomi budaya. Dengan kreativitas yang tepat, teknologi tidak hanya menjadi alat pelestarian budaya, tetapi juga pembuka peluang usaha dan lapangan kerja.
Melalui kolaborasi antara kreativitas anak muda dan kekuatan budaya Indonesia, dunia digital menjadi ruang besar tempat budaya nasional bisa tumbuh dan dikenal luas di tingkat internasional.




