Platform belajar AI gratis resmi diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui situs bijakcerdas.dicoding.com. Platform ini dirancang untuk membantu masyarakat Indonesia agar lebih bijak, cerdas, dan bertanggung jawab dalam berdigital dan menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Dalam pengembangannya, Kemenko PMK menggandeng perusahaan edukasi teknologi Dicoding. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat literasi digital dan AI di tengah meningkatnya adopsi teknologi di Indonesia.
Indonesia Hadapi Tantangan dan Peluang AI
Menteri Koordinator PMK, Pratikno, menyebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat adopsi AI yang terus meningkat. Berdasarkan Survei APJII 2025, Gen Z dan Milenial menjadi pengguna terbesar teknologi AI dengan persentase mencapai 66 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap platform belajar AI gratis yang menekankan aspek etika, keamanan, dan tanggung jawab menjadi semakin mendesak.
“Kami meluncurkan platform Bijak Cerdas agar anak-anak, remaja, guru, dan orang tua bisa cerdas berdigital dan ber-AI,” ujar Pratikno, Rabu (18/2/2026).
Bijak Cerdas Berdigital: MOOC Gratis dan Aksesibel
Platform bijakcerdas.dicoding.com dikemas dalam bentuk massive open online course (MOOC) yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat luas.
Melalui platform ini, pengguna dapat mempelajari pemanfaatan AI dan teknologi digital secara menyeluruh, mulai dari:
Literasi digital dasar
Etika dan tanggung jawab penggunaan AI
Keamanan digital
Dampak sosial teknologi
Dengan pendekatan microlearning, platform belajar AI gratis ini dirancang mudah dipahami oleh berbagai kalangan usia.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Literasi Digital
Peluncuran Bijak Cerdas Berdigital merupakan hasil kolaborasi lintas sektor di lingkungan Kemenko PMK, antara lain:
Deputi IV Bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa
Deputi I Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan
Gugus Tugas Pembangunan Talenta Kecerdasan Buatan Nasional
Kolaborasi ini semakin diperkuat dengan kontribusi dari Day of AI Indonesia dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi yang turut membantu pengembangan dan peninjauan materi ajar.
Sinergi tersebut memastikan platform belajar AI gratis ini memiliki konten yang relevan, akurat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Fitur Unggulan Bijak Cerdas Berdigital
Untuk memberikan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif, Bijak Cerdas Berdigital dilengkapi berbagai fitur unggulan, antara lain:
Cek Kesehatan Digital (CKD)
Fitur CKD ditujukan bagi pengguna dewasa untuk mengukur pemahaman dan kebiasaan digital dalam tiga aspek utama:
Kecakapan digital
Keamanan digital
Etika digital
Konten Interaktif
Platform ini menyediakan materi berupa video pembelajaran, kuis, dan refleksi yang mendorong pemahaman mendalam.
Progres Belajar dan Badge
Pengguna yang login menggunakan akun Dicoding akan mendapatkan:
Fitur penyimpanan progres belajar
Lencana (badge) digital sebagai bentuk apresiasi pencapaian
Fitur ini mendorong konsistensi belajar dan meningkatkan motivasi pengguna.
Dicoding Dukung Literasi Digital dan AI Nasional
Chief Executive Officer Dicoding, Narenda Wicaksono, menyampaikan bahwa kehadiran Bijak Cerdas Berdigital sejalan dengan misi Dicoding dalam mengembangkan talenta digital sejak 2015.
“Platform ini diharapkan membantu masyarakat menavigasi dunia digital dan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Melalui platform belajar AI gratis ini, Dicoding dan Kemenko PMK ingin membangun fondasi literasi digital yang kuat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kesimpulan
Peluncuran platform belajar AI gratis Bijak Cerdas Berdigital menjadi langkah nyata Kemenko PMK dalam menjawab tantangan transformasi digital nasional. Dengan konten edukatif, fitur interaktif, serta kolaborasi lintas sektor, platform ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan teknologi dan AI secara bijak.
Melalui Bijak Cerdas Berdigital, pemerintah dan mitra industri mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga bertanggung jawab dan beretika di era kecerdasan buatan.




