Strategi Baru Tap Insure Dorong Pertumbuhan Asuransi Digital Indonesia
Industri asuransi digital Indonesia tengah memasuki fase transformasi penting seiring rendahnya tingkat penetrasi asuransi nasional yang masih berada di bawah 3 persen. Menjawab tantangan tersebut, Tap Insure mengambil langkah strategis dengan menunjuk Muhammad Ichsan sebagai Presiden Direktur baru untuk mempercepat pertumbuhan dan memperluas akses perlindungan asuransi berbasis teknologi.
Berdasarkan data Mordor Intelligence, nilai pasar asuransi Indonesia diproyeksikan mencapai Rp623,2 triliun pada 2025. Namun, peluang besar tersebut belum sepenuhnya tergarap optimal. Kondisi ini menjadi momentum bagi Tap Insure untuk menghadirkan solusi asuransi yang lebih sederhana, terjangkau, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat digital.
Pengalaman Panjang Muhammad Ichsan Perkuat Strategi Tap Insure
Muhammad Ichsan membawa pengalaman lebih dari 30 tahun di industri asuransi Indonesia. Ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Direktur Teknik di PT Asuransi Umum Videi serta memimpin PT Mitra Sentosa Parama Abadi Insurance Broker. Selain itu, keterlibatannya dalam asosiasi perasuransian seperti APPARINDO dan AAUI memperkuat pemahamannya terhadap tata kelola industri dan regulasi.
Dengan latar belakang tersebut, Ichsan siap membawa Tap Insure ke fase pertumbuhan berikutnya melalui penguatan produk, efisiensi operasional, dan peningkatan pengalaman pelanggan yang lebih efektif—sesimpel
Fokus Menjangkau Generasi Digital
Muhammad Ichsan menilai bahwa rendahnya penetrasi asuransi justru membuka peluang besar, khususnya untuk menjangkau generasi Milenial dan Gen Z yang melek teknologi namun membutuhkan solusi asuransi yang cepat dan mudah.
“Dengan penetrasi asuransi yang masih di bawah 4 persen dari PDB, terdapat peluang besar untuk menghadirkan asuransi digital yang sederhana, terjangkau, dan terpercaya,” ujar Ichsan.
Pada tahun pertama kepemimpinannya, Tap Insure akan memprioritaskan penguatan fondasi digital serta peningkatan pengalaman pelanggan yang lebih personal dan efisien.
Solusi Asuransi Berbasis Teknologi dan AI
Dalam menghadapi persaingan industri asuransi digital yang semakin ketat, Tap Insure berkomitmen untuk terus berinovasi melalui teknologi berbasis AI dan automation. Teknologi ini akan dimanfaatkan untuk:
Personalisasi produk asuransi
Layanan pelanggan melalui chatbot cerdas
Deteksi klaim mencurigakan guna meminimalkan risiko fraud
Peningkatan kecepatan dan keamanan layanan
Menurut Ichsan, kepercayaan, kecepatan, dan kemudahan menjadi tiga pilar utama dalam memenangkan hati masyarakat di era digital.
Tiga Strategi Kunci Pertumbuhan Tap Insure
Dalam satu hingga tiga tahun ke depan, Tap Insure memfokuskan pertumbuhan bisnis pada tiga faktor utama:
novasi produk yang relevan dan terjangkau
Perluasan ekosistem digital melalui kolaborasi strategis lintas sektor
Peningkatan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap asuransi digital
Dengan strategi ini, Tap Insure optimistis dapat mendorong peningkatan penetrasi asuransi digital sekaligus menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan proteksi.
Asuransi Digital sebagai Masa Depan Perlindungan
Transformasi digital di sektor asuransi tidak lagi terhindarkan. Integrasi teknologi, edukasi masyarakat, serta pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah menjadi kunci keberhasilan di masa depan.
“Dengan pengembangan produk yang adaptif, sinergi digital, dan edukasi inklusif, kami optimistis Tap Insure dapat tumbuh berkelanjutan dan menjadi pionir asuransi digital di Indonesia,” tutup Muhammad Ichsan.




