Pembatasan Medsos Anak Perlu Diimbangi Literasi DigEdukasiDigital
Kebijakan pembatasan media sosial (medsos) bagi anak menjadi perhatian serius di Indonesia. Akademisi dari Universitas Nusa Cendana, Ferdinandus Jehalut, menilai bahwa kebijakan tersebut harus diimbangi dengan penguatan literasi digital agar berjalan efektif dan memberikan dampak positif.
Menurutnya, pembatasan ini bukan sekadar melarang akses, tetapi lebih kepada pengaturan sistem komunikasi digital anak di era modern.
Kebijakan Pembatasan Medsos oleh Pemerintah
Pemerintah Indonesia berencana melakukan penertiban akun anak-anak di berbagai platform seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, hingga Roblox.
Kebijakan ini akan mulai diterapkan secara bertahap pada 28 Maret 2026 dan diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 tentang perlindungan anak di ruang digital.
Dilema: Hak Akses vs Perlindungan Anak
Ferdinandus menjelaskan bahwa kebijakan ini memunculkan dilema. Dari perspektif liberal, pembatasan bisa dianggap melanggar hak anak dalam mengakses informasi.
Namun di sisi lain, negara memiliki tanggung jawab melindungi anak dari berbagai risiko digital seperti:
- Konten pornografi
- Hoaks atau misinformasi
- Kekerasan digital
- Dampak negatif terhadap perkembangan psikososial
Efek Negatif Algoritma Media Sosial
Pembatasan medsos juga dinilai penting untuk mengurangi dampak algoritma platform digital yang mendorong konsumsi konten berulang.
Fenomena seperti echo chamber membuat anak hanya terpapar pada pandangan yang sejalan dengan dirinya, sehingga membatasi cara berpikir kritis dan perspektif yang lebih luas.
Literasi Digital Jadi Kunci Utama
Meski begitu, pembatasan saja tidak cukup. Ferdinandus menegaskan pentingnya literasi digital berbasis usia (age-appropriate digital literacy).
Tanpa literasi digital yang kuat, kebijakan ini berpotensi disiasati, misalnya:
- Anak menggunakan akun orang tua
- Memanipulasi identitas usia
- Mengakses platform secara tidak terkontrol
Oleh karena itu, edukasi digital harus berjalan seiring dengan regulasi.
Peran Platform dan Pemerintah
Ia juga mendorong penyedia platform untuk menghadirkan fitur ramah anak seperti YouTube Kids guna menciptakan ekosistem digital yang lebih aman.
Selain itu, peran pemerintah daerah sangat penting dalam:
- Sosialisasi kebijakan
- Edukasi masyarakat
- Pendekatan berbasis budaya lokal
Kolaborasi Multi-Sektor Sangat Dibutuhkan
Agar kebijakan ini berjalan efektif, diperlukan kerja sama antara:
- Pemerintah
- Sekolah
- Komunitas literasi
- Orang tua
Pendekatan berbasis masyarakat dinilai mampu membuat kebijakan lebih mudah diterima tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.
Kesimpulan
Pembatasan medsos anak merupakan langkah penting untuk melindungi generasi muda di era digital. Namun, tanpa diimbangi literasi digital, kebijakan ini tidak akan maksimal.
Kolaborasi berbagai pihak dan edukasi yang tepat menjadi kunci utama dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan mendidik bagi anak-anak.




