Menutup tahun 2025 sekaligus menandai langkah menuju satu dekade perjalanan perusahaan, SUN Energy resmi memperkenalkan SUN Hub, sebuah platform digital terintegrasi pengelolaan proyek energi surya berbasis web. Platform ini dirancang sebagai portal utama bagi mitra bisnis untuk mengelola proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara lebih efisien, transparan, dan berbasis data real-time.
Peluncuran SUN Hub menjadi bagian dari strategi SUN Energy dalam menjawab meningkatnya kebutuhan industri terhadap sistem pengelolaan energi yang terintegrasi. Di tengah tuntutan efisiensi operasional, akuntabilitas keberlanjutan, dan pengambilan keputusan berbasis data, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan karena sistem pengelolaan energi yang terfragmentasi.
Menjawab Tantangan Transformasi Digital Energi
Berbagai studi global menunjukkan bahwa meskipun lebih dari 90 persen perusahaan telah menjalankan transformasi digital, sekitar 95 persen di antaranya belum mencapai hasil optimal akibat kurangnya integrasi data dan visibilitas informasi. Tantangan ini juga kerap terjadi dalam pengelolaan sistem energi surya industri yang tersebar di berbagai lokasi.
SUN Hub dikembangkan sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Platform ini menyatukan berbagai fungsi strategis dalam satu sistem terpadu yang mendukung keandalan operasional dan pengambilan keputusan berbasis data real-time.
CEO SUN Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar, menjelaskan bahwa pengembangan SUN Hub berangkat dari kebutuhan nyata pelanggan industri.
“Dengan SUN Hub, kami ingin membuat pengelolaan PLTS menjadi lebih ringkas dan terintegrasi, sehingga pelanggan dapat mengambil keputusan secara cepat dan akurat berbasis data real-time yang mudah diakses,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Tiga Fungsi Utama SUN Hub
Sebagai platform digital energi surya, SUN Hub mengintegrasikan tiga sistem utama dalam satu portal terpusat:
Data Management System
SUN Hub menyatukan data teknis, operasional, finansial, hingga pelaporan keberlanjutan dalam satu sistem terpusat. Hal ini menjadikan SUN Hub sebagai single source of truth bagi mitra bisnis dalam mengelola proyek energi surya secara konsisten dan akuntabel.
Energy Management System
Melalui fitur pemantauan real-time, pelanggan dapat memonitor produksi dan konsumsi energi, efisiensi sistem PLTS, hingga estimasi penurunan emisi karbon. Informasi ini membantu perusahaan mengidentifikasi peluang peningkatan kinerja dan efisiensi operasional secara berkelanjutan.
Learning Management System
SUN Hub juga berfungsi sebagai sarana peningkatan kapasitas internal melalui konten edukasi energi bersih. Platform ini menyediakan modul pelatihan, referensi teknis, serta wawasan terkini terkait energi terbarukan, efisiensi energi, dan keberlanjutan.
Fondasi Pengelolaan Proyek Energi Masa Depan
Chief Sales Officer SUN Energy, Oky Gunawan, menambahkan bahwa SUN Hub dirancang untuk menjadi fondasi pengelolaan proyek energi yang siap berkembang.
“Seiring meningkatnya skala dan kompleksitas proyek energi surya industri, pelanggan membutuhkan sistem yang rapi, terukur, dan mudah ditelusuri. SUN Hub kami rancang untuk menjawab kebutuhan tersebut,” jelasnya.
Dengan hadirnya SUN Hub, SUN Energy menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital sektor energi, sekaligus membantu pelanggan industri mengelola transisi menuju energi bersih secara lebih terstruktur, efisien, dan berkelanjutan.
Peluncuran platform ini menutup tahun 2025 dengan langkah strategis bagi SUN Energy dalam memperkuat peran sebagai mitra solusi energi surya terintegrasi di Indonesia.




