Cara Pemesanan Saham Bukalapak

Cara Pemesanan Saham Bukalapak

Cara pemesanan saham bukalapak  – Salah satu e-commerce besar di Indonesia akan segera Initial Public Offering ( IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dimana platform tersebut akan menjadi perusahaan terbuka dengan nama emitan BUKA.

Di Indonesia BUkalapak menjadi Unicorn pertama yang segera IPO dan tela mendapatkan izin publikasi  atas pernyataan pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun tidak bisa di pungkiri kedepannya E-commerce yang lain akan mengikuti jejak dari Bukalapak. Langkah Bukalapak tidak menutup kemungkinan bisa menarik investor untuk membeli sahamnya.

Berikut ini beberapa informasi yang dapat kalian ketahui apabila tertarik memesah saham IPO bukalapak:

Pemesanan saham Bukalapak akan dilakukan dengan cara khusus yang berbeda dari penawaran umum sebelumnya. Apabila investor belum memiliki rekening efek dan Rekening Dana Nasabah (RDN), segera hubungi perusahaan efek untuk membuka rekening efek. Nantinya, investor akan memiliki Single Investor Identification (SID), Sub-rekening Efek (SRE), dan RDN.

 Daftar Perusahaan Efek di Indonesia bisa di temukan di https://www.ksei.co.id/services/participants/brokers.

Beberapa perusahaan efek ini akan membantu kalian sebagai investor melakukan pernyataan minat pembelian saham bukalapak. Anda juga perlu mengunduh Formulir Pemesanan Pembelian Saham ( FPPS) dari situs https://about.bukalapak.com/id/investor-relations/. Selanjutnya isi data-data kalian secara lengkap. Kirimkan FPPS yang telah di tandatangai ke perusahaan efek melalui email yang di informasikan perusahaan efek.

Kemudian, hubungi PIC perusahaan efek untuk menyampaikan pernyataan minat pembelian saham pada masa penawaran awal (9 Juli 2021-19 Juli 2021). Pasalnya, penyampaian minat pembelian dan/atau pembelian saham Bukalapak hanya dapat dilakukan di perusahaan efek di mana investor membuka SRE.

Para investor dalam membeli saham Bukalapak akan tetapi jumlah lot yang akan di beli tidak dapat di tentukan. Namun apabila terjadi kelebihan pemesanan atau oversubscribed, maka akan di jatahkan dan sisa pembayaran akan di kembalikan.

Di kutip dari kumparan.com “berdasarkan prospectus yang di terbitkan perseroan, di jelaskan bahwa Bukalapak bakal melepas sebanyak lebih dari 25 miliar atau sebanyak 25.756.504.851 lembar saham biasa.

Harga saham bukalapak di IPO sekitar Rp 750 sampai Rp 850 per lembar saham. Dengan harga penawaran awal tersebut, bukalapak menargetkan akan meraup dana kurang lebih sebesar Rp 21,9 triliun.

Baca Juga : 8 Tren Digital Marketing Saat Ini

Setelah masa penawaran umum selesai, BAE akan mendata pesanan investor dan melakukan penjatahan. Apabila seorang investor melakukan pemesanan lebih dari satu kali atau lebih dari satu perusahaan efek, maka akan teridentifikasi melalui SID dan hanya satu pesanan saja yang dapat di ikutsertakan dalam proses penjatahan. BAE akan melakukan penjatahan pemesanan saham yang investor pesan di perusahaan efek melalui sistem C-BEST PT Kustodian Sentral Efek Indonesia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *