Pentingnya Kebiasaan Sehat Anak di Ruang Digital
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan bahwa keluarga memiliki peran utama dalam membangun kebiasaan sehat anak di ruang digital. Di era modern saat ini, penggunaan teknologi tidak bisa dihindari, sehingga pendampin
gan orang tua menjadi sangat penting.
Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina, menyampaikan bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan teknologi atau regulasi. Keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk perilaku anak, termasuk dalam penggunaan media digital.
Peran Keluarga dalam Melindungi Anak di Era Digital
Menurut BKKBN Kepri, pembatasan usia akses media sosial memang penting, namun hal tersebut masih bisa disiasati tanpa pengawasan dari orang tua. Oleh karena itu, keluarga harus aktif dalam mendampingi anak saat menggunakan gadget atau internet.
Anak belajar nilai kehidupan dari lingkungan keluarga. Dengan membangun kebiasaan sehat anak di ruang digital, orang tua dapat membantu anak memahami batasan, tanggung jawab, serta risiko penggunaan teknologi.
Penerapan PP Tunas untuk Perlindungan Anak
Pemerintah telah menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Aturan ini mulai berlaku pada 28 Maret 2026.
PP Tunas mengatur pembatasan akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap konten berisiko di media sosial. Selain itu, platform digital juga diwajibkan menyediakan fitur kontrol orang tua.
Namun, efektivitas aturan ini tetap bergantung pada peran keluarga. Tanpa keterlibatan orang tua, perlindungan digital tidak akan berjalan maksimal.
Dampak Negatif Penggunaan Gadget pada Anak
BKKBN Kepri juga menyoroti dampak penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak, terutama yang belum memasuki usia sekolah. Beberapa masalah yang muncul antara lain:
- Keterlambatan bicara
- Tantrum atau emosi tidak stabil
- Ketergantungan pada perangkat digital
Kondisi ini sering terjadi ketika anak kurang mendapatkan pendampingan dari orang tua, terutama pada keluarga dengan aktivitas kerja yang padat.
Membangun Kebiasaan Sehat Anak di Ruang Digital
Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, keluarga perlu mengambil langkah aktif, seperti:
- Membatasi waktu penggunaan gadget
- Mendampingi anak saat mengakses internet
- Memberikan edukasi tentang penggunaan teknologi
- Menjadikan rumah sebagai ruang aman, termasuk di dunia digital
Dengan cara ini, kebiasaan sehat anak di ruang digital dapat terbentuk secara alami dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Peran keluarga sangat penting dalam membangun kebiasaan sehat anak di ruang digital. Meskipun regulasi seperti PP Tunas sudah diterapkan, keberhasilan perlindungan anak tetap bergantung pada keterlibatan orang tua.
BKKBN Kepri mengajak seluruh keluarga untuk aktif mendampingi anak dan menjadikan rumah sebagai benteng utama perlindungan, baik di dunia nyata maupun digital.




