Indonesia Kandidat Kuat Pemain Utama Ekonomi Digital ASEAN
Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi pemain utama dalam sektor ekonomi digital di Asia Tenggara. Dengan populasi besar, tingkat adopsi teknologi yang tinggi, serta pasar domestik yang dinamis, Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat perannya di kawasan ASEAN.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) AdaKami sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Bernardino Vega, dalam sesi diskusi panel World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Potensi Besar Ekonomi Digital Indonesia
Berbagai proyeksi menunjukkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia akan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya pemanfaatan teknologi digital di berbagai sektor, seperti perdagangan elektronik, layanan keuangan digital, dan kecerdasan buatan.
Menurut Bernardino, sektor ekonomi digital Indonesia saat ini merupakan yang terbesar di ASEAN. Hal ini menjadi peluang besar bagi investor global untuk menanamkan modal di Indonesia.
“Ketika kami mempromosikan Indonesia kepada investor, kami selalu berbicara tentang potensi. Saat ini, sektor ekonomi digital Indonesia menjadi yang terbesar di ASEAN,” ujar Bernardino.
Peluang Investasi di Sektor Ekonomi Digital
Bernardino mengungkapkan bahwa peluang investasi di sektor ekonomi digital Indonesia mencakup berbagai sub-sektor strategis, antara lain:
E-commerce
Pertumbuhan e-commerce di Indonesia terus meningkat seiring perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.
Teknologi Finansial (Fintech)
Fintech menjadi salah satu sektor yang berkembang pesat, didukung oleh meningkatnya kebutuhan layanan keuangan digital.
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)
Pemanfaatan AI semakin luas, mulai dari industri hingga layanan publik.
Tantangan Utama: Eksekusi Kebijakan
Meski memiliki potensi besar, peluang ekonomi digital Indonesia perlu diiringi dengan kepastian eksekusi kebijakan. Menurut Bernardino, tantangan utama bukan hanya pada regulasi, tetapi pada penerapan regulasi di lapangan.
Ia menyebut eksekusi sebagai isu besar yang sering luput dari perhatian. Investor membutuhkan kejelasan regulasi dan kepastian implementasi kebijakan agar dapat berinvestasi secara berkelanjutan.
Pentingnya Kepastian Regulasi bagi Investor
Bernardino menegaskan bahwa investor tidak mempermasalahkan risiko selama risiko tersebut dapat dihitung. Namun, ketidakpastian regulasi menjadi faktor utama yang membuat investor ragu.
Ketika kerangka regulasi tidak cukup jelas, investor akan mengajukan lebih banyak pertanyaan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan regulasi ekonomi digital diterapkan secara konsisten dan transparan.
Penguatan Infrastruktur Digital Indonesia
Untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital Indonesia, diperlukan penguatan dua jenis infrastruktur, yaitu:
Infrastruktur Keras
Konektivitas internet
Pusat data (data center)
Pasokan listrik yang andal
Energi hijau
Ketersediaan air
Infrastruktur Lunak
Kesiapan teknologi
Literasi digital
Literasi keuangan digital
Pengembangan SDM digital
Kedua jenis infrastruktur ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.
Dialog Industri dan Regulator
Dari perspektif industri, Bernardino juga menekankan pentingnya dialog berkelanjutan antara pelaku industri dan regulator. Forum diskusi rutin dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai sebagai ruang strategis untuk menyelaraskan perkembangan teknologi dengan kebijakan.
Dialog ini memberikan keyakinan kepada investor bahwa Indonesia secara aktif merespons perkembangan teknologi dan terus memperkuat ekosistem investasi digital.
Kesimpulan
Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama ekonomi digital di ASEAN. Namun, potensi tersebut harus didukung oleh kepastian regulasi, eksekusi kebijakan yang efektif, serta penguatan infrastruktur digital.
Dengan strategi yang tepat, ekonomi digital Indonesia tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.



