📰 Nico Siahaan Buka-Bukaan Soal Ancaman Dunia Digital
Perkembangan dunia digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Kemudahan akses informasi, komunikasi, dan transaksi menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Namun di balik berbagai manfaat tersebut, tersimpan ancaman dunia digital yang semakin nyata dan kompleks.
Hal ini diungkapkan oleh selebritas sekaligus anggota DPR RI, Junico Siahaan atau Nico Siahaan, yang menilai bahwa transformasi digital membawa dampak positif sekaligus risiko serius bagi masyarakat.
🌐 Dunia Digital Mengubah Cara Hidup Manusia
Menurut Nico Siahaan, kehadiran teknologi digital memiliki dampak revolusioner, setara dengan penemuan listrik pada masanya. Digitalisasi mengubah kebiasaan masyarakat dari sistem manual menjadi serba digital.
“Teknologi digital ini sama saat dahulu orang menemukan listrik, karena mampu mengubah kebiasaan masyarakat dari yang manual menjadi digital,” ujar Nico Siahaan, dikutip dari Instagram pribadinya, Kamis (1/1/2026).
Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi gaya hidup, tetapi juga struktur sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia.
⚠️ Ancaman Dunia Digital: Pinjol dan Judi Online
Di balik kemajuan teknologi, Nico menyoroti berbagai persoalan serius yang muncul, terutama di sektor ekonomi dan sosial. Salah satu yang paling mencolok adalah maraknya pinjaman online (pinjol) dan judi online.
Ia menyebutkan, kasus pinjol di Indonesia bahkan telah mencapai angka fantastis hingga Rp 90 triliun, yang sebagian besar menjerat masyarakat kecil dan kelompok rentan.
“Contohnya kasus pinjol Rp 90 triliun, judi online, hingga meningkatnya kekerasan terhadap anak, perempuan, dan kaum rentan seiring masifnya penggunaan teknologi digital,” tegasnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa literasi digital yang rendah, ditambah regulasi yang lemah, dapat memperbesar risiko kejahatan digital.
👨👩👧 Dampak Sosial dan Risiko bagi Kelompok Rentan
Ancaman dunia digital tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga sosial. Nico Siahaan menilai bahwa meningkatnya kekerasan terhadap anak, perempuan, dan kelompok rentan tidak bisa dilepaskan dari ruang digital yang tidak terkontrol.
Akses tanpa batas terhadap konten berbahaya, praktik manipulatif digital, serta lemahnya perlindungan hukum membuat kelompok rentan semakin terpinggirkan di era teknologi.
📜 Pentingnya Regulasi Ruang Digital dan RUU Penyiaran
Menanggapi kondisi tersebut, Nico Siahaan menegaskan pentingnya aturan yang jelas dalam ruang digital. Ia menilai bahwa kehadiran RUU Penyiaran bukan untuk membungkam kebebasan berekspresi, melainkan sebagai bentuk perlindungan masyarakat.
“Penolakan terhadap RUU Penyiaran dengan alasan kebebasan justru mengabaikan fakta bahwa semakin longgar aturan, semakin besar jumlah korban,” ujarnya.
Menurutnya, regulasi yang adaptif dan berimbang sangat dibutuhkan agar teknologi digital dapat dimanfaatkan secara sehat dan bertanggung jawab.
🔮 Ancaman Jangka Panjang bagi Generasi Mendatang
Nico Siahaan juga mengingatkan bahwa kelalaian negara dalam mengatur ruang digital akan berdampak panjang. Risiko terbesar akan ditanggung oleh generasi mendatang yang tumbuh di tengah ekosistem digital tanpa perlindungan memadai.
“Jika negara abai dalam mengatur, maka dampaknya bukan hanya dirasakan pengguna hari ini, tetapi juga generasi yang akan datang,” tutupnya.
✅ Kesimpulan
Ancaman dunia digital menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk menciptakan ruang digital yang aman, beretika, dan berkeadilan. Regulasi yang tepat, literasi digital yang kuat, serta perlindungan kelompok rentan menjadi kunci agar kemajuan teknologi benar-benar membawa manfaat bagi semua.




