Blog Content

Home – Blog Content

IDAI Tekankan Pentingnya Ruang Aman bagi Anak di Era Digital

IDAI Tekankan Pentingnya Ruang Aman bagi Anak di Era Digital

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pentingnya menciptakan ruang aman anak di era digital menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Anak-anak kini tidak hanya beraktivitas di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya yang penuh risiko jika tidak diawasi dengan baik.

Ketua IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menegaskan bahwa anak perlu mendapatkan perlindungan menyeluruh, baik secara fisik maupun digital, agar terhindar dari berbagai ancaman di internet.

Ancaman Child Grooming di Era Digital

Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah child grooming, yaitu bentuk manipulasi psikologis yang dilakukan secara sistematis oleh pelaku kejahatan. Modus ini biasanya dilakukan dengan cara:

  • Membangun kedekatan emosional dengan anak
  • Memberikan perhatian dan rasa aman palsu
  • Mendapatkan kepercayaan korban

Anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian dari keluarga cenderung lebih rentan menjadi korban. Mereka sering kali tidak menyadari bahwa perhatian dari orang asing bisa menjadi pintu masuk kejahatan eksploitasi.

Peran Orang Tua Sangat Penting

Untuk menciptakan ruang aman anak di era digital, peran orang tua menjadi kunci utama. Orang tua diharapkan dapat:

  • Memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup
  • Menjadi teman diskusi bagi anak
  • Tidak menghakimi saat anak bercerita
  • Membangun komunikasi yang terbuka

Dengan pendekatan ini, anak akan merasa aman untuk berbagi cerita, termasuk ketika menghadapi hal mencurigakan di dunia maya.

Bangun Kedekatan Lewat Aktivitas Keluarga

IDAI juga menyarankan pentingnya membangun kedekatan melalui aktivitas bersama keluarga, seperti:

  • Olahraga bersama
  • Makan bersama
  • Kegiatan santai di rumah

Kebiasaan ini membantu memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak, sehingga anak tidak mencari pelarian di dunia digital tanpa pengawasan.

Dukungan Regulasi untuk Perlindungan Anak

Upaya menciptakan keamanan anak juga didukung oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Sistem Elektronik (PP Tunas).

Aturan ini bertujuan untuk:

  • Membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun
  • Melindungi data dan privasi anak
  • Mencegah eksploitasi digital

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa regulasi ini penting karena banyak kasus di mana data anak disalahgunakan bahkan dimonetisasi secara tidak etis.

Kesimpulan

Mewujudkan ruang aman anak di era digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga. Dengan pengawasan, komunikasi yang baik, serta dukungan regulasi, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan aman di tengah kemajuan teknologi.

Orang tua perlu lebih waspada dan proaktif agar anak tidak menjadi korban kejahatan digital yang semakin kompleks.

Blog Lainnya

  • All Post
  • Desain Website Custom
  • Digital Marketing Agency
  • Jasa Animasi Video
  • Jasa Animasi Video di Majalengka
  • Jasa Animasi Vidio di Bogor
  • Jasa Pembuatan Video Animasi 2D
  • JASA PEMBUATAN VIDIO PENJELASAN 2D DI INDRAMAYU
  • Jasa Website SEO
  • Kelola Media Sosial
  • Video animasi
  • Video Youtube
  • Vidio Promosi Animasi 2D di Bandung
  • Vidio Promosi Animasi 2D di Banjar
  • Vidio Promosi Animasi 2D di Bekasi
  • Vidio Promosi Animasi 2D di Bogor
  • Vidio Promosi Animasi 2D di ciamis
  • Vidio Promosi Animasi 2D di Cimahi
  • Vidio Promosi Animasi 2D di Sukabumi
  • Website