Padang Siapkan 4.000 Relawan untuk Jalankan Digital Bansos 2026
Pemerintah Kota Padang menyiapkan sebanyak 4.000 relawan untuk mendukung pelaksanaan program digital bantuan sosial (bansos) pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses layanan bansos secara merata, termasuk mereka yang belum memiliki perangkat digital.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan bahwa relawan tersebut akan membantu masyarakat dalam mengakses sistem digital bansos.
“Bagi masyarakat yang tidak memiliki gawai Android, kita siapkan 4.000 relawan yang siap membantu,” ujarnya.
Digital Bansos: Terobosan untuk Data Lebih Akurat
Program digital bansos merupakan inovasi yang digagas oleh pemerintah pusat melalui kolaborasi sejumlah kementerian, seperti:
- Kementerian Dalam Negeri
- Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia
- Kementerian Sosial Republik Indonesia
- Badan Pusat Statistik
Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan ketepatan dan akurasi data penerima bantuan agar lebih tepat sasaran.
Libatkan Masjid dan Mushalla Berbasis Digital
Dalam implementasinya, Pemerintah Kota Padang juga akan memberdayakan petugas masjid dan mushalla berbasis digital. Mereka akan dilibatkan sebagai bagian dari relawan untuk membantu masyarakat memahami dan menggunakan sistem digital bansos.
Program ini dinilai strategis karena:
- Masjid dan mushalla dekat dengan masyarakat
- Memiliki jaringan yang luas
- Dapat mempercepat edukasi digital
Masalah Data Bansos Masih Jadi Tantangan
Meski berbagai upaya telah dilakukan, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam pendataan penerima bansos.
Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain:
- Warga yang layak menerima bantuan tetapi belum terdata
- Penerima bansos yang secara ekonomi tergolong mampu
- Ketidaksesuaian data di lapangan
Maigus Nasir mengungkapkan masih ditemukan penerima bantuan yang memiliki kondisi ekonomi baik, bahkan memiliki rumah mewah dan kendaraan.
Digitalisasi Jadi Solusi Penyaluran Bansos
Dengan hadirnya sistem digital bansos, pemerintah berharap proses verifikasi dan penyaluran bantuan menjadi lebih transparan dan objektif.
Ke depan, sistem aplikasi akan menentukan kelayakan penerima bantuan berdasarkan data yang terintegrasi dan tervalidasi.
“Nanti yang menentukan seseorang itu berhak menerima bantuan atau tidak, ya aplikasi digital bansos,” jelas Maigus.
Kesimpulan
Program digital bansos Padang menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi digital di sektor bantuan sosial. Dengan dukungan 4.000 relawan dan sistem berbasis data, diharapkan penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran, transparan, dan adil bagi masyarakat.




