Keamanan Siber Jadi Pilar Transformasi Digital Semen Indonesia
Keamanan siber atau cybersecurity kini menjadi salah satu pilar utama transformasi digital PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Di tengah meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi digital, SIG menempatkan keamanan infrastruktur teknologi sebagai fondasi penting untuk mendukung kelancaran operasional bisnis perusahaan secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, usai keberhasilan Tim SIG CSIRT (Computer Security Incident Response Team) meraih Juara 1 dalam ajang Industrial Cyberdrill Exercise (ICE 4.0) yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Prestasi SIG CSIRT Bukti Keseriusan Keamanan Siber
Keberhasilan Tim SIG CSIRT menjadi juara pertama dalam kompetisi ICE 4.0 merupakan bukti nyata keseriusan Semen Indonesia dalam menjaga keamanan siber. Kompetisi ini diikuti oleh 44 tim CSIRT organisasi sektor industri yang terdaftar di BSSN, dan bertujuan meningkatkan kesiapan serta kapasitas penanganan insiden siber.
“SIG memberikan apresiasi kepada Tim SIG CSIRT yang berhasil meraih Juara 1 pada ajang ICE 4.0. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh insan SIG untuk terus meningkatkan keamanan infrastruktur teknologi digital perusahaan,” ujar Andriano.
ICE 4.0 sendiri merupakan simulasi tanggap insiden siber sektor industri yang dirancang untuk menguji kesiapan organisasi dalam menghadapi berbagai skenario serangan digital yang semakin kompleks.
Pembentukan SIG CSIRT Perkuat Ketahanan Digital
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, SIG secara resmi membentuk Tim SIG CSIRT pada Januari 2024. Tim ini bertugas memitigasi dan menangani insiden keamanan siber secara cepat dan terkoordinasi di seluruh lingkungan SIG Group.
Langkah ini dinilai strategis dalam meningkatkan ketahanan siber serta melindungi infrastruktur informasi vital perusahaan dari potensi ancaman digital. Keberadaan unit kerja khusus cybersecurity memperkuat posisi SIG dalam menjalankan transformasi digital yang aman dan berkelanjutan.
Edukasi Keamanan Siber untuk Seluruh Karyawan
Tidak hanya fokus pada aspek teknis, SIG juga menjalankan program SIG Agent of Security Education, Training and Awareness (SETA). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh karyawan mengenai pentingnya keamanan siber melalui edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara berkala.
Menurut Andriano, kolaborasi dan sinergi seluruh insan perusahaan menjadi kunci dalam membangun sistem digital yang andal. Dengan budaya keamanan siber yang kuat, SIG optimistis dapat melanjutkan perjalanan transformasi digital secara optimal.
Kinerja Keuangan SIG Tetap Solid di 2025
Di tengah upaya memperkuat transformasi digital dan keamanan siber, kinerja bisnis SIG juga menunjukkan hasil positif. Hingga kuartal III 2025, SIG mencatatkan penjualan regional sebesar 6,08 juta ton, meningkat 18 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sampai September 2025, pendapatan SIG tercatat Rp25,30 triliun dengan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp114,84 miliar. EBITDA perusahaan tercatat sebesar Rp3,28 triliun, mencerminkan pengelolaan operasional yang semakin efisien.
Efisiensi dan Strategi Pasar Perkuat Profitabilitas
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan bahwa SIG terus bersikap adaptif dan inovatif dalam menghadapi kondisi pasar semen domestik yang masih menantang. Upaya efisiensi yang ketat berhasil menekan beban pokok pendapatan dan beban operasional secara signifikan.
Selain itu, SIG juga berhasil menurunkan biaya keuangan bersih hingga 35,5 persen yoy, berkat penerapan tata kelola keuangan yang baik. Strategi ini memperkuat profitabilitas perusahaan dan menjaga kinerja tetap positif.
Penguatan Pasar Domestik dan Proyek Nasional
SIG berkomitmen memperkuat posisinya di industri semen domestik melalui pengelolaan pasar mikro serta kepemimpinan dalam berbagai proyek nasional. Pada Oktober 2025, perusahaan mencatatkan rekor penjualan ritel tertinggi sejak 2024, didorong oleh meningkatnya permintaan pembangunan vila dan hotel, khususnya di wilayah Bali.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menyampaikan apresiasi kepada mitra toko dan distributor atas kontribusi mereka terhadap pencapaian tersebut.
Keamanan Siber sebagai Fondasi Masa Depan SIG
Dengan berbagai inisiatif strategis yang dijalankan, SIG membuktikan bahwa keamanan siber bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam membangun transformasi digital yang berkelanjutan. Integrasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan tata kelola yang baik menjadi kekuatan SIG dalam menghadapi tantangan industri ke depan.
Ke depan, Semen Indonesia optimistis dapat terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan sekaligus memperkuat daya saing nasional melalui transformasi digital yang aman dan andal.




